Minggu, 04 Mei 2014

laporan kunjungan ke museum sri baduga



 DAFTAR ISI

DAFTAR ISI !!!

KATA PENGANTAR……………………………………………………………………1

I.PENDAHULUAN
Latar Belakang…………………………………………………………………………2

II.PEMBAHASAN
1 Profil Museum Sri Baduga, Bandung …………………………………….3

BAB I:
HINDU DAN BUDDHA………………………………………..…………………....4

BAB II:
ISLAM…………………………………………….………………………………….……5

BAB III.
PENUTUP
1 Kesimpulan ………………………………………………………………………..6
2 Kata Penutup ……………………………………………………………………....7
3 Lampiran ………………………………………………………………………………8

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………..9




KATA PENGANTAR

Selamat Siang
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat
rahmat dan karunia-Nya saya bisa dengan ulet dan semangat menyusun dan membuat“Laporan Kunjungan ke Museum Sri Baduga” ini dengan baik.

Penyusunan “LaporanKunjungan ke Museum Sri Baduga Bandung” dimaksudkan untuk membantu siswa dalam proses belajar mengajar di bidang study sejarah Indonesia,
 “Laporan Kunjungan ke Museum Sri Baduga Bandung”saya susun dan buat dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami  para siswa secara mandiri.
Laporan Kunjungan keMuseum Sri Baduga Bandung”disusun dan dibuat berdasarkan pengamatan menggunakan teknik penelitian observasi lapangan dan pengamatan terperinci

Laporan Kunjungan ke Museum SriBaduga Bandung” saya buat sesuai Tugas yang diberikan oleh, Dra. Awing. Guru sejarah Indonesia saya, dan laporan ini tidak lepas darikerja keras saya untuk memenuhu Tugas untuk membantu pembelajaran Indonesia di Smk Negeri 12 Bandung, ditempat saya bersekolah.tanpa pengarahan dari beliau laporan ini tidak akan berhasil saya susun dan buat dengan baik.
 
Saya berharap “Laporan Kunjungan ke Museum Sri Baduga Bandung”ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan penguasaan kompetensi siswa sesuai dengan kurikulum 2013 untuk para siswa menguasai dan aktif dalam proses belajar dan mengajar.

Saya berharap “Laporan Kunjungan ke Museum Sri Baduga Bandung” ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan penguasaan kompetensi para siswa sesuai dengan kurkulum 2013  atau penilaian yang diharapkan dan menambah wawasan bagi para pembaca.

Semoga setiap siswa maupun guru, dan semua para pembaca semakin mudah mengetahui tentang museum sri baduga tersebut. Terimakasih atas dukungan dari semua yang membuat laporan ini diselesaikan dengan lancer.. J


                                                                                                        
                                                                                      Minggu,4mei 2014



                                                                                                    Penulis
 

I: PENDAHULUAN
1 Latar Belakang

           Lemahnya pengetahuan para siswa mengenai sejarah hindu budha dan sejarah penuh islah maka dengan itu laporan ini dikeluarkan untuk member tahu para siswa apa saja yang harus di kuasai oleh para siswa tentang hindu dan budha yang dimulai dari :
1.     Lahirnya agama hindu-budha yaitu dari india
2.     Akibat masuknya ajaran agama hindu-budha dalam berbagai aspek kehidupan
3.     Peta dan proses masuknya ajaran hindu-budha di Indonesia
4.     Teori f. d. k. bosch.
5.     Teori N. J. krom, dan
6.     Sikap bangsa Indonesia terhadap masuknya hindu-budha di Indonesia.
Juga tentang islam yang diajarkan di sekolah maupun di rumahnya masing-masing.

II. PEMBAHASAN.
1 Profil Museum Sri Baduga, Bandung
http://htmlimg1.scribdassets.com/5yc3bcptq81n1idw/images/10-0a018801fb.pnghttp://htmlimg1.scribdassets.com/5yc3bcptq81n1idw/images/10-0a018801fb.png
 

II.2. Sejarah / Latar Belakang
Saat  saya berkesempatan mengunjungi Museum Sri Baduga. Museum ini adalah salah satu museum pendidikan yang berada di Kota Bandung Jawa Barat. Terletak di Jalan BKR no 165, lokasinya persis berada di depan taman Tegalega Bandung. Museum yang diresmikan pada tahun 1980 ini, awalnya bernama Museum Negeri Propinsi Jawa Barat.
13581003781371870267
Museum Sri Baduga
Pada tahun 1990, museum ini berubah nama menjadi Museum Negeri Propinsi Jawa Barat Sri Baduga. Nama museum Sri Baduga sendiri diambil dari nama raja Pajajaran yaitu Sri Baduga Maha Raja Ratu Haji 1 Pakwan Pajajaran Sri Ratu. Sri Baduga bertahta dari tahun 1482 hingga 1521 M. Museum ini buka dari hari Selasa hingga Minggu mulai pukul depan pagi hingga 2 siang. Khusus untuk hari Senin,museum tutup kecuali ada perjanjian sebelumnya.
Bangunan museum memiliki konsep bangunan tradisional Jawa Barat. Bangunannya terdiri dari tiga lantai di mana terdapat tema tersendiri untuk koleksi-koleksi yang dipamerkan pada setiap lantainya.






BAB I:
HINDU DAN BUDDHA
Di Museum Sribaduga Tepatnya Di lantai 1 Membahas TentangReligi masyarakatdari masa Prasejarah sampai Hindu-Budha. Yaitu:
Seperti diketahui bahwa di Indonesia pernah mengalami masa kerajaan Hindu dan Budha begitupun di Jawa Barat.Menurut sejarah pernah berdiri beberapa kerajaan Hindu di tatar sunda seperti kerajaan Tarumanegara,Pajajaran,dan Galuh Pakuan,hal ini dibuktikan dengan peninggalan arca-arca dewa Siwa salah satu dewa sembahan para penganut Hindu yang ditemukan di sekitar Tasikmalaya.
Berikut foto-fotonya:
https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRiVuJZN5XiWfExazuQObW-9gS4rwupxeOHysYh9Y39dAWmfBKy8Qhttps://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQseB7cgIUXKr7-zAaABmEkRp32K4gQ0-vASM9NzQGXi0oWt6Y0https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSjnD7196yYZSQa_lTAf6MB7UnM_cFRnAkbIQWWuuTzgOeonEr4Cg
https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRhV_l6JrqDRCDOJqEHsLv3sSFQMe3Vy-cxQoZ_OKjsF_IU_f5-YQ
https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTRxJ-w0cgiaz50Miwb68QmC-SvUdwqiPA8ZkXjyFcBZV-ke4RI



https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS7R1Pp2XGlgUXcAHlLaFhoamg9rmCs6lilI-8cECMLgHXh0_g7Tghttps://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTZB6oeZ9o70N21ulbxsOsBrKLrq2mUi7sqxBifhM9ytKYwr-Rr


https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRj-qn6J42wYJKQ9MXRNqJhI-41yKKER9BLlhfk_7nmBpxvCmUhttps://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTs8splTpX-UEwd237JihebgyuEHLYOwMigPymlQIECYhYGSSV_
https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSmSrxLdippMdxtYcYwLLlscIblH0h86c_ljRfPh4Z4H_cqh05a
https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSU-qlwS4ep17mFfQDdR1VwLDqGU4yl-lqZud0mb-DM8Oh7u3PHdg



https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR72DSik-5j0lRNcAvdCAAYQuGPiab38Wi60vnQL8FjXQzXm82j6w
https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTEuYP-DoN0bXWKjO_xm88aA7XwQDmIdVX30I1ddXkpRFoYX8mhdw











https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTfxTaYAW5rghMKiUHzxmsNwK8JFFiYBycOtKB3HrOYSjF4dY8eZwhttps://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTmHkbdsegYT4X7ZfD24wSFs9W-WV_Z30al5Yr6ccWB-tKcUiOH

https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTBqmXuW1jz7KigXXsTysS9HMdQKWUuzB6N5PLSx1aKlg8wt8YRgw 


BAB II:       ISLAM
III.3.4 Ringkasan Isi Kitab Al-Awamilhttp://htmlimg4.scribdassets.com/5yc3bcptq81n1idw/images/40-1981e25ae2.jpghttp://htmlimg3.scribdassets.com/5yc3bcptq81n1idw/images/41-1580462304.jpg

III.3.3 Terjemahan Naskah Nahwa Shoraf dalam Katalog
http://htmlimg2.scribdassets.com/5yc3bcptq81n1idw/images/43-06c3908d67.jpg 
http://htmlimg1.scribdassets.com/5yc3bcptq81n1idw/images/46-d589c97b4c.jpg
 

http://htmlimg2.scribdassets.com/5yc3bcptq81n1idw/images/48-423384e7d5.jpg


http://htmlimg2.scribdassets.com/5yc3bcptq81n1idw/images/47-cdf7044770.jpg
Nah di lantai dua museum dipamerkan sejarah kehidupan religi masyarakat di Jawa Barat pada masa Islam, Kong Hu Chu, Taoisme, dan Kristen. Tak hanya kehidupan religi masyarakat saja yang dipamerkan di lantai dua museum ini, namun ada juga koleksi-koleksi lainnya yang dipamerkan seperti perkembangan ilmu pengetahuan dan bahasa di Jawa Barat hingga koleksi peralatan penunjang kehidupan yang ada di Jawa Barat. Saya juga baru tahu di sini, kalau dulu banyak uang yang berlaku di Nusantara seperti uang Gulden (Belandan), uang Banten, uang Jepang, dan masih banyak lagi.







BAB III.  PENUTUP
1 Kesimpulan
Cara untuk melestarikan warisan budaya berupa peninggalan benda-benda pusaka atau pun tradisi kegiatan orang-orang terdahulu bisa dimulai dengan membaca. Hal yang paling penting adalah bagaimana masyarakat bisa mendapatkan bacaanuntuk menambah wawasan dan pengetahuan. Melalui
“laporan pergi ke museum sri baduga”ini saya sangat berharap bahwa masyarakat tergugah rasa memiliki, cinta tanah air, dan ingin tahunya, lalu menerapkannya dengan melakukan kegiatan pelestarian. Melalui penjabaran-penjabaran mengenai suatu benda, lokasi, dan identitas yangmenarik, pembaca meningkatkan semangatnya untuk melestarikan warisan budaya yang diperlakukan tak acuh oleh masyarakat Indonesia dan meningkatkan rasa memiliki bersama.Naskah kuno yang berhasil diterjemahkan dan ditelaah hingga menjadi bukudapat dengan mudah dibaca oleh masyarakat mengenai isinya, sehingga dapatmenambah pengetahuan pembaca. Hal tersebut meningkatkan pemahaman masyarakatmengenai warisan budaya, lalu mereka secara perlahan dapat melestarikan danmengembangkan harta Nusantara yang telah ada. Karena sesungguhnya apabila tidak mengenal, maka tidak menyayangi. Dan sangat menghargai agama masing –masing sebab setiap agama mempunyai asal-usul tersendiri.

 
2 Kata Penutup
Puji Tuhan  Laporan “Laporan Kunjungan ke Museum Sri Baduga Bandung ”
ini telah selesai saya susun dan buat dengan baik.  Permintaan maaf saya katakana apabila ada tulisan mapun gambar yang tidak jelas. Kritik dan saran yang bersifat membangun saya harapkan sebagai upaya penyempurnaan penyusunan dan pembuatan laporan selanjutnya.

Terimakasih dan sampai jumpa


                                                                                                         Minggu, 4 mei 2014



                                                                                                                       Penyusun


3 Lampiran
Brosur Museum Sri Baduga, Bandung.
http://htmlimg4.scribdassets.com/5yc3bcptq81n1idw/images/40-1981e25ae2.jpghttp://htmlimg3.scribdassets.com/5yc3bcptq81n1idw/images/39-937c704939.jpg
http://htmlimg4.scribdassets.com/5yc3bcptq81n1idw/images/42-eacee3b5f2.jpghttp://htmlimg1.scribdassets.com/5yc3bcptq81n1idw/images/38-076e1a33f9.jpg 
 


DAFTAR PUSTAKA
Museum Sri Baduga
Kunjungan lansung.