DAFTAR ISI
DAFTAR ISI !!!
KATA PENGANTAR……………………………………………………………………1
I.PENDAHULUAN
Latar Belakang…………………………………………………………………………2
II.PEMBAHASAN
1 Profil Museum Sri Baduga, Bandung …………………………………….3
BAB I:
HINDU DAN BUDDHA………………………………………..…………………....4
BAB II:
ISLAM…………………………………………….………………………………….……5
BAB III.
PENUTUP
1 Kesimpulan ………………………………………………………………………..6
2 Kata Penutup ……………………………………………………………………....7
3 Lampiran ………………………………………………………………………………8
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………..9
KATA PENGANTAR
Selamat Siang
Puji syukur saya panjatkan kehadirat
Tuhan Yang Maha Esa karena berkat
rahmat dan karunia-Nya saya bisa
dengan ulet dan semangat menyusun dan membuat“Laporan
Kunjungan ke Museum Sri Baduga” ini dengan baik.
Penyusunan “LaporanKunjungan ke Museum Sri Baduga Bandung” dimaksudkan
untuk membantu siswa dalam proses belajar mengajar di bidang study sejarah Indonesia,
“Laporan Kunjungan ke Museum Sri Baduga
Bandung”saya susun dan buat dengan bahasa
yang sederhana agar mudah dipahami para siswa secara mandiri.
“Laporan
Kunjungan keMuseum Sri Baduga Bandung”disusun dan dibuat berdasarkan
pengamatan menggunakan teknik penelitian observasi lapangan dan pengamatan
terperinci
Laporan Kunjungan ke Museum
SriBaduga Bandung” saya buat sesuai Tugas yang diberikan oleh, Dra. Awing. Guru
sejarah Indonesia saya, dan laporan ini tidak lepas darikerja keras saya untuk
memenuhu Tugas untuk membantu pembelajaran Indonesia di Smk Negeri 12 Bandung,
ditempat saya bersekolah.tanpa pengarahan dari beliau laporan ini tidak akan
berhasil saya susun dan buat dengan baik.
Saya berharap “Laporan Kunjungan ke
Museum Sri Baduga Bandung”ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan
penguasaan kompetensi siswa sesuai dengan kurikulum 2013 untuk para siswa
menguasai dan aktif dalam proses belajar dan mengajar.
Saya berharap “Laporan Kunjungan ke
Museum Sri Baduga Bandung” ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan
penguasaan kompetensi para siswa sesuai dengan kurkulum 2013 atau penilaian yang diharapkan dan menambah
wawasan bagi para pembaca.
Semoga setiap siswa maupun guru, dan
semua para pembaca semakin mudah mengetahui tentang museum sri baduga tersebut.
Terimakasih atas dukungan dari semua yang membuat laporan ini diselesaikan
dengan lancer.. J
Minggu,4mei
2014
Penulis
I: PENDAHULUAN
1 Latar Belakang
Lemahnya pengetahuan para siswa mengenai
sejarah hindu budha dan sejarah penuh islah maka dengan itu laporan ini
dikeluarkan untuk member tahu para siswa apa saja yang harus di kuasai oleh
para siswa tentang hindu dan budha yang dimulai dari :
1. Lahirnya agama hindu-budha yaitu dari india
2. Akibat masuknya ajaran agama hindu-budha dalam berbagai
aspek kehidupan
3. Peta dan proses masuknya ajaran hindu-budha di Indonesia
4. Teori f. d. k. bosch.
5. Teori N. J. krom, dan
6. Sikap bangsa Indonesia terhadap masuknya hindu-budha di Indonesia.
Juga tentang islam yang diajarkan di
sekolah maupun di rumahnya masing-masing.
II. PEMBAHASAN.
1 Profil Museum Sri Baduga, Bandung
(Sumber: www.sribadugamuseum.com)


II.2. Sejarah / Latar Belakang
Saat saya berkesempatan mengunjungi Museum Sri
Baduga. Museum ini adalah salah satu museum pendidikan yang berada di Kota
Bandung Jawa Barat. Terletak di Jalan BKR no 165, lokasinya persis berada di
depan taman Tegalega Bandung. Museum yang diresmikan pada tahun 1980 ini,
awalnya bernama Museum Negeri Propinsi Jawa Barat.

Museum Sri Baduga
Pada tahun
1990, museum ini berubah nama menjadi Museum Negeri Propinsi Jawa Barat Sri
Baduga. Nama museum Sri Baduga sendiri diambil dari nama raja Pajajaran yaitu
Sri Baduga Maha Raja Ratu Haji 1 Pakwan Pajajaran Sri Ratu. Sri Baduga bertahta
dari tahun 1482 hingga 1521 M. Museum ini buka dari hari Selasa hingga Minggu
mulai pukul depan pagi hingga 2 siang. Khusus untuk hari Senin,museum tutup
kecuali ada perjanjian sebelumnya.
Bangunan museum memiliki konsep bangunan
tradisional Jawa Barat. Bangunannya terdiri dari tiga lantai di mana terdapat
tema tersendiri untuk koleksi-koleksi yang dipamerkan pada setiap lantainya.
BAB I:
HINDU DAN BUDDHA
Di Museum Sribaduga
Tepatnya Di lantai 1 Membahas TentangReligi masyarakatdari masa Prasejarah sampai Hindu-Budha. Yaitu:
Seperti diketahui bahwa di Indonesia
pernah mengalami masa kerajaan Hindu dan Budha begitupun di Jawa Barat.Menurut
sejarah pernah berdiri beberapa kerajaan Hindu di tatar sunda seperti kerajaan
Tarumanegara,Pajajaran,dan Galuh Pakuan,hal ini dibuktikan dengan peninggalan
arca-arca dewa Siwa salah satu dewa sembahan para penganut Hindu yang ditemukan
di sekitar Tasikmalaya.
Berikut foto-fotonya:
BAB II: ISLAM
III.3.4 Ringkasan Isi
Kitab Al-Awamil



III.3.3 Terjemahan Naskah Nahwa
Shoraf dalam Katalog



Nah di lantai dua museum dipamerkan
sejarah kehidupan religi masyarakat di Jawa Barat pada masa Islam, Kong Hu Chu,
Taoisme, dan Kristen. Tak hanya kehidupan religi masyarakat saja yang dipamerkan
di lantai dua museum ini, namun ada juga koleksi-koleksi lainnya yang
dipamerkan seperti perkembangan ilmu pengetahuan dan bahasa di Jawa Barat
hingga koleksi peralatan penunjang kehidupan yang ada di Jawa Barat. Saya juga
baru tahu di sini, kalau dulu banyak uang yang berlaku di Nusantara seperti
uang Gulden (Belandan), uang Banten, uang Jepang, dan masih banyak lagi.
BAB III. PENUTUP
1 Kesimpulan
Cara untuk melestarikan warisan
budaya berupa peninggalan benda-benda pusaka atau pun tradisi kegiatan
orang-orang terdahulu bisa dimulai dengan membaca. Hal yang paling penting adalah bagaimana masyarakat bisa mendapatkan bacaanuntuk menambah
wawasan dan pengetahuan. Melalui
“laporan pergi ke museum sri baduga”ini
saya sangat berharap bahwa masyarakat tergugah rasa memiliki, cinta tanah air,
dan ingin tahunya, lalu menerapkannya dengan melakukan kegiatan pelestarian. Melalui
penjabaran-penjabaran mengenai suatu benda, lokasi, dan identitas yangmenarik,
pembaca meningkatkan semangatnya untuk melestarikan warisan budaya yang
diperlakukan tak acuh oleh masyarakat Indonesia dan meningkatkan rasa memiliki
bersama.Naskah kuno yang berhasil diterjemahkan dan ditelaah hingga menjadi
bukudapat dengan mudah dibaca oleh masyarakat mengenai isinya, sehingga
dapatmenambah pengetahuan pembaca. Hal tersebut meningkatkan pemahaman
masyarakatmengenai warisan budaya, lalu mereka secara perlahan dapat melestarikan
danmengembangkan harta Nusantara yang telah ada. Karena sesungguhnya apabila
tidak mengenal, maka tidak menyayangi. Dan sangat menghargai agama masing –masing
sebab setiap agama mempunyai asal-usul tersendiri.
2 Kata Penutup
Puji Tuhan Laporan “Laporan Kunjungan ke Museum Sri
Baduga Bandung ”
ini telah selesai saya susun dan
buat dengan baik. Permintaan maaf saya katakana apabila ada
tulisan mapun gambar yang tidak jelas. Kritik dan saran yang bersifat membangun
saya harapkan sebagai upaya penyempurnaan penyusunan dan pembuatan
laporan selanjutnya.
Terimakasih dan sampai jumpa
Minggu, 4 mei 2014
Penyusun
3 Lampiran
Brosur Museum Sri Baduga, Bandung.



DAFTAR PUSTAKA
Museum Sri
Baduga
Kunjungan
lansung.
















yang mau berbagi atau yang tertarik ikutin yh :)
BalasHapusBoleh untuk di pakai tugas ya di sekolah ku
BalasHapus